![]() |
| Sumber gambar: hasil googling ^_^ |
Saat belajar tentang sabar, saya menemukan beberapa ayat:
"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" QS. 2 : 153
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung" QS. 3 : 200
"Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa" QS. 7 : 128
"Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti" QS. 8 : 65
Dari ayat-ayat tersebut saya menemukan pengertian bahwa sabar adalah sebuah perilaku aktif, bukan tindakan pasif seperti yang selama ini terpaku di pemikiran hampir tiap orang. Sabar memang sikap 'bertahan', tapi bukan menunggu keadaan berubah tanpa tindakan. Seperti sebuah pertarungan, sabar bukan berarti diam tak bergerak saat lawan menyerang, bukan pula hanya bersembunyi sampai pertarungan reda dan menunggu lawan mati tiba-tiba. Tapi sabar berarti melindungi diri supaya aman, termasuk berstrategi, membangun tameng, sekaligus menyerang jika dibutuhkan.
Berikut adalah hasil olah pikir saya terhadap ayat-ayat terseebut:
Terlalu naif jika mengartikan "...mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat..." sebagai sebuah penyelesaian instan yakni kita tinggal sholat/berdoa lalu menunggu keajaiban datang. Sangat tidak arif, bukan?!
Bahkan seorang ulama klasik mengatakan "jika seseorang berdoa untuk mendapatkan sesuatu tapi tidak melakukan sesuatu agar mendapatkan permintaannya itu, pasti ada yang salah pada doanya."
'mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat' lebih sebagai isyarat Allah yang termaktub dalam kitabNya bahwa pertolongan Allah akan datang jika kita mengharap padaNya dengan sabar (yakni usaha terus menerus) disertai doa (simbol pengharapan, kepsrahan, ketundukan diri sebagai makhluk lemah terhadap zat Allah yang Maha Agung).
Lalu pada ayat selanjutnya (QS Al Anfaal : 65), apakah kita tetap memaknai sabar sebagai kegiatan diam berpangku tangan jika dalam Allah menyatakan dua puluh orang sabar akan dapat mengalahkan dua ratus orang dan seratus orang dapat mengalahkan seribu orang?
Saya tidak akan menyangkal bahwa Allah punya hak mutlak terhadap keajaiban-keajaiban. 20 berbanding 200, 100 berbanding 1000. Why not?! Perkara mudah bagi Allah memenangkan siapa pun yang dikehendakiNya.
Tapi sebagai mukjizat ilmiah yang terurai secara logis, Firman Allah tersebut tentu bukan bermaksud membuat kita terlena lalu duduk berandai-andai. Dalam Firman itu tersirat makna bahwa jika kita bersabar (tunduk dalam aturan-aturan Allah dan menetapi ilmu-ilmuNya) sebenarnya kita memiliki kekuatan 10 orang! Dan sekali lagi bukan hanya dengan hanya duduk diam.
Begitupun QS Ali Imrom ayat 200: "...bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu)...", bukan sebagai perintah bagi kita untuk selalu menunggu musuh dan berarti bisa berbuat semena-mena saat tidak gangguan dari luar, tapi bersabar dan menguatkan kesabaran adalah terus menerus menjalankan perintah-perintah Allah dan tiada lalai menghindarkan diri dari apa yang dilarangNya, serta tetap memelihara kebaikan-kebaikan sehingga kita menjadi orang yang beruntung.
Sejalan pula dengan ayat yang menyatakan perkataan Nabi Musa pada kaumnya:
"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa" (QS. 7 : 128)
Maka tampak bahwa esensi sabar yang diserukan dalam ayat-ayat Quran diatas bukan tindakan berleha-leha atau pasif menunggu berubahnya keadaan. Sabar yang 'dikehendaki' Al Quran adalah selalu melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah dan syariat Islam. Sama halnya dengan definisi sabar pada bahasan sebelumnya bahwa sabar adalah sikap dan perilaku menahan diri untuk tetap dalam aturan syariat Islam dengan tidak melakukan apa yang dilarang dan selalu menjalankan apa yang ditetapkan Allah.
Baca juga: Sabar itu... (1)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar