Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Sabar itu... (2)

Sumber gambar: hasil googling ^_^


Saat belajar tentang sabar, saya menemukan beberapa ayat:

 "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" QS. 2 : 153

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung" QS. 3 : 200

Rabu, 11 Desember 2013

Sabar itu.... (1)


Sabar itu...

“Ya sabar sih sabar, tapi kan sabar itu ada batasnya”
“Sabar itu tidak ada batasnya, kalau ada batasnya ya berarti bukan sabar”
Pernyataan-pernyataan itu seringkali  terdengar, entah dari saudara, teman, tetangga, ataupun dari dialog-dialog di sinetron televisi.

Lalu yang jadi pertanyaan: Sabar itu apa? Bagaimana kita bersabar? Dan adakah batasan sabar, dimana?

Dari sekian definisi sabar, yang menurut saya paling pas adalah "Sabar merupakan sikap dan perilaku menahan diri untuk tetap dalam aturan syariat Islam dengan tidak melakukan apa yang dilarang dan menjalankan apa yang ditetapkan".

Selasa, 10 Desember 2013

Dari post komen: “Mengapa Menulis dan Membaca Buku Cerita itu Penting?”

Awalnya cuma numpang komen sekaligus ngarep buku gratisan + mau ikutan lomba review, tapi setelah membaca ulang kog rasanya lebih menohok buat diri sendiri... Yah supaya ingat terus, sekalian publis disini juga deh... ^_^

Membaca cerita itu seperti mengganti jeruji penjara dengan layar kaca. So, kita tidak melulu melihat dunia hanya sebatas hitamnya besi jeruji dan putihnya dinding penjara plus seragam tahanan yang juga garis-garis hitam-putih -- itu dalam kartun sih, kalau di Indonesia setahuku masih biru ^_^--. Membaca cerita membuat kita merasakan dunia ini dinamis, bergerak dengan warna-warna yang berbeda.

Jumat, 06 Desember 2013

Duo Edi



 Ketika banyak orang mengejar posisinya, jujur dia berkata, “Dulu saya bercita-cita jadi petani.” Nadanya datar. Sama sekali tidak menyiratkan penyesalan karena kini tiap jam ada saja masalah yang datang. Juga bukan ucapan kesombongan atas prestasi yang melebihi harapan. Dia hanya menegaskan bahwa hidup ini seperti aliran air yang membawa kita bersamanya. Kadang berarus tenang yang menjadi tempat kita berenang riang. Namun kadang seperti jeram, yang membuat kita rela terlempar.